Selamat Ulang Tahun Semarangku..
May 2nd, 2007 by famas76Semarang oh Semarang…
Selamat ulang tahun
Semarang oh Semarang…
Selamat ulang tahun
Nanti malam diajak lagi ke Demak. Shalat di Masjid AGung Demak trus lanjut ke Makam Sunan Kalijogo di Kadilangu. Malam jumat kemarin sudah kesana. Uhh..sudah lama banget nggak shalat disana, biasanya cuman lewat aja didepannya. Sempet kaget sih, parkir per motor 2000. trus pas mau ‘markir’ sendal’ disuruh masukin ke tempat yang telah disediakan dan dimohon untuk beramal di kotak amal. (Pemaksaan nggak ya hehe..trus kalo kita terpaksa apa termasuk amal ya.. ya udah yang penting ikhlas ajalah, untuk kebaikan. what, kebaikan sapa coba hehe..). Abis ambil air wudhlu, kita bertiga (ama desy n eko) shalat Isya.
Abis shalat, berhubung ruang shalat utama udah dikunci (jam menunjukkan pukul 9.30 malam waktu Demak), ya udah kita merenung sendiri2. Enak2 merenung sambil liat-liat sekeliling masjid, terdengar suara. eh, nggak taunya, Eko lagi nge-break ama pindangnya, hahha.. wong ediannn..wong wes ono tulisane hp mohon dimatikan ketika memasuki masjid, eh malah mojok karo ‘pindang’. (salam nggo pindang yo haha..dupeh hp anyar wae langsung direyen). Si desy asyik banget tiduran sambil cari ilham katanya.
aku diingatkan desy tentang kisah beberapa tahun yang lalu. sekitar sepuluh taon yang lali. ketika kami pertama kali ke masjid Agung. Ketika itu Desy nggak mau masuk, cuman nunggu di alun-alun. Allhasil aku masup ke Masjid sendirian. Setelah shalat lalu zikir sambil merem2 biar keliatan khusuk hehe..eh nggak taunya di dalam ruang utama sudah sepi. lama-lama nggak enak ati juga nih. ternyata bener juga. Semua pintu sudah dikunci!!!wwaaa… tidakkk…
hehe..kejadian yang nggak terlupakan sampai sekarang. Setelah itu di alun-alun, juga ada kejadian yang untuk pertama kalinya kulalukan. MErokok! ya, itu pertama kalinya aku merokok. Rokoke opo yo..lali aku.
kembali ke cerita awal, setelah di Masjid Agung, kita ke Makam SUnan Kalijogo di Kadilangu. udah jam 1/2 11 malam kalo nggak salah. ternyata di sana masih rame. Parkir motor juga 2000 perak. Sepanjang jalan masuk, berderet2 banyak orang yang nggak beruntung (pengemis) duduk bersila sambil mengharap belas kasihan dari para peziarah. Setelah di depan makam (sudah ditembok, jadi makamnya nggak keliatan dari luar) kita umak umik baca-baca apa yang bisa dibaca. setelah itu pulang. Kemudian pulangnya mampir di alun-alun cari es, penawar haus. Sei Eko sempet ngusilin bapak tua yang jualan, "mboten kesel pak, nggendong sepeda terus??". jelas si bapak bengong berat demi mendengar pertanyaan itu. nggak maksud kayaknya tuh si bapak. akhirnya Eko nunjuk sepeda yang ada di kaos si bapak. Kami bertiga ngakak, sementara si bapak hanya cengar cengir aja hehe, maaf ya pak, guyon, kataku, biar si bapak nggak marah.
hari Senin kami bertiga ketemu lagi. Eko cerita kalo malamnya setelah dari makam Sunan Kalijogo, dalam tidurnya dia ditemui Kanjeng SUnan dengan latar belakang cahaya putih, beliaunya tampak bermuka bersih, ganteng dan berwibawa, tapi beliaunya hanya diam saja sambil senyum sedikit. Si Eko penasaran dengan arti mimpi itu. Hari Selasa kami ngumpul lagi. Ternyata eko ama desy udah berencana balik ke Demak lagi. Penasaran kali. Mmm.. tadi aku ditanyain jadi ikut nggak??? mmm.. gimana ya, ntar malam ada pengajian di tempat sodara yang mo nikah. Kalau berangkatnya agak malam its ok aja, ayo aja. tapi kalo mau pada berangkat agak sorean ya udah, tinggal aja guys. Salam aja buat semuanya. OK.
Pertanyaan
Tadi ada pertanyaan yang sempat buat mengernyitkan dahi :
"Ada uang seratus lima puluh ribuan dua??"
bingung, mau jawab apa coba??
ada yang bisa bantu gak?
Malam mingguan di Masjid Agung..ternyata rameeeee…banget. Nggak nyangka juga. Apalagi Menara dibuka malam hari, baru 2 hari kata penjaganya. Kalau siang tiketnya Rp 2.000 kalau malam Rp 4.000, katanya karena malam hari pemandangannya lebih bagus. Trus di perkantorannya ada pameran tanaman.
Di halaman Masjid Agung, wuihhhh..rame bangettt. Ada anak kecil berombongan naik sepeda. Abg-abg nongkrong di motor-motornya sambil cekakak cekikik. Muda-mudi baik yang jilbaban maupun yang tidak sedang memadu kasih (???!!!@@@???..hah..ternyata di halaman masjid pun dibuat pacaran, gilaaa..). Ada juga mobil-mobilan buat anak balita.
Kembali ke laptoppp..loh..(kena virus Tukulisme). Kembali ke topik awal. Tujuan awal malam mingguan di Masjid Agung emang mau ke menara, yang katanya buka malam hari. Tapi ternyata bukanya setelah Isya’. Tiwas abis MAghrib buru2 biar nggak suk-suk an nyari tiketnya. Sebelum Isya’ puter2 dulu di sekeliling Masjid. Kemudian Shalat Isya di Masjid Agung. DUh..suara imamnya, merduuuuu banget. Jadi terlena deh. Kebayang kayak di surga aja, disekeliling banyak bunga2 dan burung2 yang ikut mendengarkan, wah damai bangettt rasanya. Kebayang juga kayak apa suara Nabi Daud yang katanya paling merduuu..wuih..shalatnya malah jadi ngelantur nih. JAdi keinget dulu waktu ngurusin pernikahannya si bos. Jadi agak tau deh seluk beluknya Masjid Agung. Imamnya emang betul-betul pilihan. Yang hafal Al Qur’an. Dan yang pasti imam (dan juga khatib Jumat) ada fasilitas khusus seperti dijemput dengan mobil khusus, dan ada lift khusus buat beliau2 ini. yah emang harus begitu sih, pemerintah harus memperhatikan para imam dan penghafal Al Qur’an seperti jaman Nabi dan sahabat dulu. wah..wah..jadi ngelantur lagi deh ceritanya.
Sehabis Isya’ antrian sudah menunggu. bahkan sebagian sudah naik ke atas. Di lift, terlihat sampai lantai 20 mmm.. tinggi menara 99 m. Sampai diatas… seperti ini ternyata kota Semarang di malam hari. Hanya ada lampu-lampu saja hehe.. Foto-foto sebentar, kemudian turun lagi, udah nggak bisa menikmati pemandangan. Mendingan pulang. Sampai bawah liat-liat pameran tanaman bentar. Eh, belinya malah Air Zam-zam di counter pakaian muslim hehe. Konon kabarnya, Kalau kita minum Air Zam-zam ini tergantung niat kita. Beberapa ulama jaman dulu minum air Zam-zam ini agar mudah menghapal Al Qur’an dan Hadist. Sebagian lagi diniatkan agar kelak di Padang Mahsyar mereka tidak kehausan.
Masjid Agung yang sampai sekarang terus dipermasalahkan.. Masjid Agung proyek mercusuar yang terus menuai kontroversi.. Masjid Agung yang menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah.. Masjidku sayang, masjidku malang.
Ada yang tau nggak ya, dimana sekarang Deni Manusia Ikan berada???
Namamu Shafa… karena orang tuamu ingin kau jadi obat bagi makhluk lain di sekelilingmu.
Namamu Aulia… karena orang tuamu menginginkanmu jadi salah satu kekasih Allah.
Namamu Ammara… karena orang tuamu berharap engkau menjadi wanita yang taat beribadah, wanita dengan iman yang kuat sekaligus sabar.
Namamu Fayyaza… karena orang tuamu ingin engkau menjadi wanita yang berhati emas, yang suka menolong.
Nama adalah sebuah doa, sebuah harapan.
Setidaknya itulah harapan orang tuamu kepadamu, itulah doa orang tuamu untukmu.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..hanya itu yang semoat terucap diantara air mata yang mengalir tak kuasa kubendung. Kesedihan yang tak terhingga dan rasa tak percaya ketika berita itu kuterima.
Engkau memang bukan orang tua kandung, tapi engkau tetaplah orang tuaku. Orang yang kujadikan guru, panutan, tauladan baik dalam agama, perilaku, tindak tanduk dan sopan santun, semuanya.
Masih kuingat, sekitar 5 tahunan yang lalu, ketika kau panggil aku ke ruanganmu. Secara pribadi, aku kau wejang. memang hanya beberapa menit. tapi dalam beberapa menit itu, aku merasakan perhatian yang berlebih darimu. tak kusangka,tak kuduga. Ternyata engkau begitu perhatian kepadaku, kepada keluargaku. menyayangi kami seperti keluargamu sendiri. Petuah dan nasehatmu ketika itu, akan selalu kuingat dan kulaksanakan, insya Allah.
Dan beberapa minggu yang lalu. masih terbayang jelas, ketika baju yang sudah kau pakai, tiba-tiba kau lepas dan kau berikan padaku. Hampir tidak percaya aku menerimanya. Gembira sekali aku menerimanya. Masih kuingat ketika kawan-kawan iri melihat hal itu. " Tidak sembarang orang menerima baju dari beliau, apalagi yang baru dipakai" kata seorang sesepuh. Aku bangga menerima baju itu, dan langsung kupakai.
Kemarin, baju itu kupakai lagi untuk mengantarkan jenazahmu ke peristirahatanmu yang terakhir. Perjalanan beberapa jam tak sebanding dengan keinginanku yang ingin meyentuhmu untuk terakhir kali. Namun setibanya disana, keinginanku untuk mencium tanganmu tak kesampaian, ribuan pelayat telah menyemut, dan aku tidak bisa masuk rumah untuk menyalati dan mencium tanganmu.
Panas dan keringat yang mengalir tak kuhiraukan demi untuk mengantarkanmu untuk dishalatkan dan disemayamkan. Ribuan orang menangis, berebut ikut mengangkat kerandamu seraya meneriakkan asma Allah. Allahu akbar, dada ini semakin sesak, tak kuasa kubendung lagi, air mata ini mengalir kembali membasahi wajahku.
Mungkin secara fisik kita pernah dekat selama beberapa tahun, tapi keseganan dan penghormatanku kepadamu menyebabkan aku enggan untuk berdekat-dekatan denganmu. Tapi semoga engkau tahu, betapa aku mencintai dan menghormatimu layaknya aku mencintai dan menghormati orang tuaku sendiri.
Selamat jalan Bapak, selamat berjumpa dengan kekasihmu, penciptamu, Allah swt dan junjunganmu, nabimu Muhammad saw. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan-kesalahanmu, dan menempatkanmu di sisi-Nya, di surga-Nya, amin.
Namamu, akan selalu hidup dan kucatat dengan tinta emas di hati ini, sampai kapanpun. Semoga aku bisa meneruskan perjuanganmu, bisa meladani kesederhanaanmu, kejujuranmu, kerendahhatianmu, akhlaqmu yang karimah, sopan santunmu, dan semua yang baik yang pernah kau ajarkan kepadaku.
Selamat Ulang Tahun..
banyak doa untukmu yang tak terucap. banyak harapan yang tak bisa tertulis.
bernyanyilah cah cilik..senandungkan lagumu..ceriakan duniamu.
Semua rasa cinta dan sayang tercurah untukmu.
Cah cilik…beberapa hari ini kau terdiam. tak ada senyum di wajahmu. tak ada wajah ceria. tak ada lincah gerakmu. tak ada nyanyian-nyanyian dari bibir kecilmu. sepi..hampa..kosong.
dalam diammu, dalam tatapanmu yang kosong, kami dapat rasakan sakit yang kau rasakan. kami pun turut merasakan sakit itu.
cepat sembuh cah cilik..doa kami untukmu.
Seribu Topan Badai buat yang nge del….